Demikian dikatakan oleh Ketua Badan Anggaran sekaligus Anggota Komisi XI DPR-RI Harry Azhar Aziz usai menjadi pembicara dalam acara sosialisasi UU No 42 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPn) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (19/12/2009).
"Saya kira presiden belum menemukan figur yang tepat, karena saat ini tidak ada hal yang mengganggu presiden dalam memilih calon gubernur BI, padahal sudah selama 7 bulan lebih kursi BI-1 masih kosong," ujar Harry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry menegaskan pentingnya Presiden segera memilih Gubernur BI supaya memiliki ikon dalam menentukan kebijakan moneter. "Dan ini sifatnya mendesak," ungkapnya.
Untuk diketahui DPR-RI melalui komisi XI telah mengajukan surat resmi kepada Presiden RI untuk segera menentukan calon Gubernur BI untuk segera dilakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test oleh DPR. Harry menambahkan siapapun calonnya baik dari internal BI maupun eksternal atau orang diluar institusi BI tidak menjadi masalah.
(dru/ang)










































