Telkom Pindahkan Rp 165 Miliar dari Bank Mutiara ke Bank BUMN

Telkom Pindahkan Rp 165 Miliar dari Bank Mutiara ke Bank BUMN

- detikFinance
Minggu, 20 Des 2009 15:25 WIB
Telkom Pindahkan Rp 165 Miliar dari Bank Mutiara ke Bank BUMN
Jakarta - Telkom menyatakan telah menarik seluruh dana yang didepositokannya di Bank Mutiara sebesar Rp 165 miliar. Perseroan sudah tidak memiliki deposito di Bank Mutiara sejak Oktober 2009.

"Bank Century (Mutiara) sudah mengembalikan seluruh dana Telkom secara utuh," kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia kepada detikFinance , Minggu (20/12/2009).

"Dengan telah kembalinya seluruh dana dari Bank Century atau Bank Mutiara, Telkom tidak mengalami kerugian sepeser pun," lanjut dia.

Menurut Eddy, Telkom dalam kebijakan penempatan dana di Bank, selalu menjunjung tinggi azas kehati-hatian dengan berpegang kepada kebijakan perseroan yang berlaku.

"Ada peraturan internal yang sangat ketat untuk menyimpan di bank. Ketika Telkom menyimpan dana di Century pada Desember 2007 dan terakhir November 2008, kami selalu melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan bank itu terlebih dulu. Dari hasil laporan keuangan pada September 2007, bank itu masih layak untuk placement (penempatan dana)," jelas Eddy.

Ia menuturkan, indikator pengambilan keputusan untuk penyimpanan dana berdasarkan laporan keuangan Century pada 30 Juni dan September 2008, seperti posisi Loan to Deposite Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), serta Non Performing Loan (NPL).

"Di awal jumlahnya tak besar, tidak sampai Rp 10 miliar, kecil. Kami menyimpan secara bertahap hingga total Rp 165 miliar. Itu untuk penempatan deposito saja," ucap Eddy.

"Prinsip kita saat menyimpan dana di bank tentu untuk menguntungkan perusahaan. Dalam hal ini kami melihat bunganya waktu itu cukup menarik," lanjut dia.

Setelah Telkom menarik seluruh asetnya di Bank Mutiara, dana tersebut kemudian dialokasikan ke bank lain. Namun sayang Eddy tak mau menyebut rinciannya. "Kita punya kerjasama dengan sejumlah bank, dan tentu kami menyimpannya di bank pemerintah, misalnya Bank Mandiri, BNI, dan lainnya." ujarnya.

(rou/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads