"Pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini dan tidak mempolitisasi kasus Bank Century tersebut. Karena Indonesia akan mengalami berbagai risiko jika menghabiskan energi di politik," ujarnya dalam Seminar Indonesia Economic Outlook 2010 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Mirza menjelaskan risiko tersebut antara lain, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan di bawah target pemerintah yaitu 5,5%. Inflasi pun akan naik karena kurangnya infrastruktur dan kenaikan harga komoditas. Selain itu, valuasi saham menjadi tidak murah (PER 14x pada 2010). Namun, ada faktor penahan rupiah sehingga perekonomian Indonesia tidak terlalu terpuruk antara lain ekonomi AS yang lemah, FED dan USD rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, ia menilai kebijakan pemerintah dalam menyelamatkan Bank Century sudah tepat, terutama jika dilihat dari situasi dan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2008. Ia mengatakan, dalam setiap ada krisis ekonomi pasti bermunculan bank yang bermasalah.
Β
"Saat krisis, pasti ditemukan bank-bank yang bermasalah. Apalagi Bank Century yang pemiliknya memang sudah nakal," ungkap Mirza.
Biasanya, tambah Mirza, bank yang bermasalah itu adalah bank-bank kecil. Namun, dampaknya bisa merangkul bank-bank besar, seperti yang terjadi pada krisis ekonomi tahun 1998. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah sudah tepat untuk menyelamatkan Bank Century dengan mempertimbangkan kerugian pemerintah dalam menyelamatkan perbankan tahun 1998 silam.
"Kalau dicurigai pemerintah menyelamatkan Bank Century karena ada penumpang gelap, ya silahkan cari saja penumpang gelapnya. Tetapi kebijakan pemerintah, saya rasa sudah tepat. Saya akan membicarakan ini, siapapun Menteri Keuangannya," tegas Mirza.
(nia/dro)











































