Demikian disampaikan dalam diskusi publik "Membedah Bailout Bank Century" di hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Senin (21/12/2009).
Ia menjelaskan, KSSK dalam pengambilan keputusan didasarkan atas kestabilan sistem perbankan, bukan bank-bank tertentu. Hingga ada hal yang lebih penting, yaitu penyelamatan tata kelola keuangan secara makro. Jika tidak, dampak krisis ekonomi yang terjadi tahun 2008, akan lebih parah karena terjadi penarikan uang secara besar-besaran (rush).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, KSSK pada waktu itu, mempunyai pilihan untuk menyelamatankan Bank Century atau tidak. Dan lembaga yang dipimpin Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memutuskan untuk mengambil tindakan, karena berdasarkan angka Banking Pressure Index (BPI) perbankan Indonesia berada diatas ambang batas aman, yaitu 0,9.
"Berdasarkan indeks yang kami buat khusus di Indonesia, Maret 2007 sudah ada tekanan yang luar biasa. BPI sudah 0,5 dan meningkat terus naik sampai 0,9 di Oktober 2008, karena berdampak sistemik dan motif penyelamatan baik, maka kebijakan ini sudah tepat," ujar Pardede.
Dampak sistemik tentu akan memperburuk sistem perbankan, karena ada bank yang gagal bayar, dan secara psikologis tentu mempengaruhi sektor riil. "Ini yang jadi pertimbangan internal KSSK juga," imbuhnya.
(wep/dro)











































