Bahkan, Burhanuddin juga tidak mengetahui siapa saja yang menjadi pemilik atau pemegang saham dari Bank Danpac, Bank Pikko, dan Bank CIC yang merupakan cikal bakal terbentuknya Bank Century.
"Siapakah pemilik Bank Danpac, Pikko, dan CIC, saya tidak tahu," tandasnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah saya mengetahui tentang Chinkara, saya tidak tahu," ujarnya.
Tidak berhenti di situ saja, Burhanuddin saat menjabat sebagai Gubernur BI mengakui tidak tahu menahu mengenai adanya kredit fiktif sebesar US$ 25 juta yang tercatat di Bank CIC, seperti laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menurutnya, ketiga bank yaitu CIC, Danpac, dan Pikko merupakan 3 bank kecil yang digabungkan oleh BI agar bisa terlihat dengan jelas siapa yang menjadi pemilik dari bank tersebut, karena BI tidak mengetahui siapa pemilik dari ketiga bank ini.
"Bank Century yang merupakan gabungan dari Bank CIC, Danpac, dan Pikko adalah bank kecil. Saat ini menjadi besar karena kita berpikir sistemik dan sebagainya," tuturnya.
"Jadi bank itu adalah bank kecil, meskipun hasil merger 3 bank tetap bank kecil, karena kecilnya menjadi tidak penting," ujarnya.
(dnl/qom)











































