Menurutnya, Bank Century dan nasabahnya merupakan korban perampokan oleh mantan pemiliknya Robert Tantular.
"Jadi jangan lupa sama perampoknya. Cepat diselesaikan supaya Bank Mutiara bisa menjadi bank yang baik dan mengembalikan sebagian atau seluruh uang bailout-nya yang dulu," katanya di sela diskusi publik Membedah Bailout Bank Century di Hotel Nikko, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (21/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini (perampokan) sudah terjadi, maka usut sebaik mungkin agar bisa selamat melangkah ke depan. Para politisi harus melihat ini," tambahnya.
Ia mengatakan, jika diibaratkan bermain bola, jangka waktu pengusutan kasus ini sudah masuk injury time. Masyarakat terutama para pelaku pasar sudah tidak sabar menunggu skor akhir dari pertandingan bola itu, atau hasil nyata dari penyelidikan Century.
"Kalau main bola itu waktunya kan sudah hampir habis, sekarang sudah masuk injury time. Kita pelaku bisnis masih nunggu kapan ini mau selesai. Kalau teru-terusan wait and see kan jelek untuk investasi," imbuhnya.
(ang/dro)











































