Anwar Nasution: Bank Century Tidak Sistemik

Anwar Nasution: Bank Century Tidak Sistemik

- detikFinance
Senin, 21 Des 2009 17:22 WIB
Anwar Nasution: Bank Century Tidak Sistemik
Jakarta - Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution berpendapat penutupan Bank Century pada tahun 2008 yang lalu, tidak akan berdampak sistemik kepada sektor perbankan di Indonesia.

Alasannya, menurut Anwar, Bank Century masuk ke dalam kategori bank keciln yang tidak mempunyai peran penting di pasar uang antar bank (PUAB) serta pasa devisa.

"Ada kesalahan indikator sistemik, saya katakan ini tidak sistemik, diukur dari PUAB dan pasar devisa. Bank Century ini peranannya secuil di kedua pasar tersebut. Bahkan dana bailout Rp 6,7 triliun cuma kepakai Rp 300 miliar doang untuk bayar PUAB," tutur Anwa di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/12/2009).

Jadi menurut Anwar, bank ini seharusnya tidak perlu diselamatkan karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan di dalamnya.

"Pelanggaran-pelanggarannya banyak, ada pencurian uang dari Dewi Tantular. Ini merupakan cermin melemahnya pengawasan BI dan kenapa itu dibiarkan. Ini tidak ada kaitannya kolapsnya bank dengan krisis global," tuturnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan Bank Century (sekarang Bank Mutiara) jauh sekali dari kategori sistemik.

Burhanuddin mengungkapkan, 15 bank yang berdampak sistemik itu adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, BII, Danamon, Panin, BTN, Bank Mega, Bank Niaga, Bukopin, Bank Lippo dan Bank Niaga yang kini bergabung, dan Bank Permata.

Menurut Burhanuddin, meski kecil, namun BI ketika itu tetap membantu proses merger Bank Century. Hal ini dilandasi semangat untuk menolong industri perbankan.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads