Menurut Miranda, jika Mantan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution dan Mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah masih berada di BI saat itu, maka mereka akan mempunyai pemikiran dan pendapat yang sama.
"Saya menghormati Bapak Burhanuddin dan Pak Anwar Nasution sebagai atasan saya, mereka berpendapat seperti itu karena tidak ada di dalam BI, mereka tidak melihat data dari jam ke jam, hari ke hari dan mungkin nuansa kemampuan mengenai krisis kurang dekat ke hati mereka, tentunya judgement mereka saya hormati," tuturnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Miranda menjelaskan, BI terus menerapkan manajemen krisis sejak Oktober 2008, dan bahkan setiap harinya BI bekerja 24 jam untuk memantau penuh kondisi terakhir perekonomian dan perbankan.
"Semua direktorat sudah dicek di antaranya Direktorat Statistik, Operasional, semua hadir bahkan sampai ke sistem pembayaran. Setiap hari BI kerja 24 jam, data baru kita dapatkan setiap jam, sampai kita lihat sendiri bagaimana antara bank besar baik Mandiri, BRI, itu kesulitan. Bagaimana dengan bank yang perintil-perintil?" katanya.
Saat itu, lanjut Miranda, volume Pasar Uang Antar Bank (PUAB) menurun dan ini menunjukkan kondisi yang cukup kritis.
"Bagaimana kalau Pak Anwar Nasution dan Burhanuddin Abdullah ada di dalam, mereka akan memiliki kekhawatiran yang sama, menurut saya seperti itu," tandasnya.
(dnl/dnl)











































