Boediono: Situasi Saat itu Sangat Mengkhawatirkan

Boediono: Situasi Saat itu Sangat Mengkhawatirkan

- detikFinance
Selasa, 22 Des 2009 10:48 WIB
Boediono: Situasi Saat itu Sangat Mengkhawatirkan
Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono menegaskan, penyelamatan Bank Century pada November 2008 lalu dilakukan karena kondisi perekonomian yang sangat mengkhawatirkan. Dalam situasi krisis seperti itu, bank yang kecil harus diselamatkan karena bisa memicu 'kebakaran besar'.

"Kurs melonjak-lonjak, cadangan devisa turun dalam waktu pendek dalam jumlah besar. Ini sangat mengkhawatirkan. Bank-bank stop meminjamkanm bank bisa ambruk setiap saat, rumor dimana-mana. Ini mengingatkan kita pada keadaan tahun 1997-1998," urai Boediono.

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan di depan Pansus Bank Century di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono juga meyakini, seandainya mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah berada pada situasi tersebut, maka pasti akan mengambil langkah yang sama. Pernyataan tersebut ditegaskan menanggapi pernyataan Burhanuddin bahwa Bank Century tidak sistemik.

"Seandainya beliau di posisi kami, pasti beliau melihat. Data kami cukup melihat, dibandingkan yang diluar," tegas Boediono yang terlihat tenang ini.

Terkait pernyataan Burhanuddin yang mengaku tidak tahu apakah ada ilmu lain yang bisa mengkonfirmasi Bank Century adalah bersifat sistemik, Boediono menyatakan ada.

"Ada ilmunya. Pak Burhan menggunakan definisi systemically important bank (SIP) itu adalah ukuran bank-bank besar dan itu biasanya digunakan terutama untuk mengalokasikan resources audit. Tapi tidak untuk mengelola situasi krisis, lain sekali," katanya.

"Dalam situasi krisis, meski di masyarakat eksklusif, bank kecil apapun bisa menyulut kebakaran yang luar biasa. Itu terjadi pada waktu 1997, 16 bank ditutup bank-bank kecil hampir 2% dari total bank, tapi semua ditutup setelah itu karena waktu itu situasinya memang eksplosif," pungkasnya.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads