Hal ini diungkapkannya saat berkunjung ke Kantor detikcom, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2009).
Menurut Sri Mulyani, dalam rapat tersebut, BI menceritakan masalah yang membelit sebuah bank kecil bernama Bank Century yang disebabkan oleh pemiliknya bernama Robert Tantular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, tambahnya, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo juga sempat mengeluhkan mengenai Bank Century dan Robert Tantular. Dari keluhan tersebut, dirinya sadar bahwa Robert Tantular itu seorang notorious (terkenal dengan nama buruk).
"Agus bilang kepada saya, 'Bu, saya selalu menuruti perintah Ibu dan Bapak Presiden, tapi tolong jangan suruh saya memegang Bank Century karena pemiliknya tidak bener'. Dari pernyataan itu, saya sadar Robert Tantular itu notorious," ujar Sri Mulyani.
Sri Mulyani mulai kesal kepada Robert Tantular beserta bank miliknya itu ketika Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan ketika itu, Siti Fadjrijah menyatakan Bank Century tidak memiliki catatan kredit. Hal ini sangat di luar kewajaran, tambahnya, karena bagaimana mungkin bank yang saat itu dalam pengawasan bisa memberikan kredit apalagi tanpa catatan transaksinya.
"Lha ini bank merk apa!! Padahal bank ini sudah dalam pengawasan," tukasnya.
Kekesalan Sri Mulyani semakin memuncak saat Siti Fajriah mengaku Robert Tantular beserta para pemilik Bank Century lainnya tidak memasukkan uang ke rekening Bank Century sebagai jaminan sesuai dengan janjinya.
"Bu Fadjrijah, kalau saya jadi ibu, saya akan suruh Robert itu datang ke BI dan berdiri depan lapangan BI, jangan dikasih minum, biar dia kering kerontang sampai dia masukkin uang sesuai yang dijanjikannya," ungkap Sri Mulyani mengulang kata-katanya kepada Siti Fadjrijah saat rapat dengan BI tersebut.
Β
(nia/qom)











































