Pengaruh Kasus Century, Undisburshed Loan Perbankan Capai Rp 276 Triliun

Pengaruh Kasus Century, Undisburshed Loan Perbankan Capai Rp 276 Triliun

- detikFinance
Rabu, 23 Des 2009 18:11 WIB
Pengaruh Kasus Century, Undisburshed Loan Perbankan Capai Rp 276 Triliun
Jakarta - Jumlah kredit perbankan nasional yang telah disetujui namun belum ditarik (undisbursed loan ) sampai akhir tahun 2009 mencapai Rp 276 triliun dari total kredit perbankan nasional sebesar Rp 1.330 triliun.

Hal tersebut dikarenakan debitur cenderung melakukan sikap menunggu (wait and see ) akibat kasus Bank Century yang terus berlarut-larut.

Demikian dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

"Investor cenderung wait and see , penundaan kredit ini memang biasa ditunjukkan saat terjadi peristiwa politik besar dan seperti Pemilihan Umum," ujarnya.

Sigit menambahkan, karena tingginya undisbursed loan maka kredit tahun 2009 tidak tumbuh sesuai dengan kredit perbankan. Untuk diketahui Bank Indonesia (BI)
memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun 2009 bisa tumbuh hingga 20%. Namun kembali dilakukan revisi hingga hanya sekitar 8%-9%.

"Jika masalah ini (Century) lama selesainya, maka target pertumbuhan kredit tahun 2010 yang juga tidak akan tercapai," jelasnya.

BI memproyeksikan kredit tumbuh antar 15%-20% tahun 2010. Namun kisruh Century menurut Sigit akan mengakibatkan pertumbuhan kredit seret. Padahal, lanjut Sigit, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 5,5% maka perbankan nasional harus menyelurkan kreditnya hingga 22% sampai 24%.

Kasus Century pada awalnya memang terjadi di waktu krisis ekonomi global terjadi. Dan seluruh kalangan perbankan menurut Sigit prinsipnya mendukung penyelamatan bank yang tujuan akhirnya memang untuk memperbaiki sistem. 

"Ada beberapa situasi yang mengkhawatirkan yakni ada persoalan likuditas sehingga bank lebih mementingkan kepentingan diri sendiri. Akibatnya pinjaman antar bank
tidak terjadi," ucapnya.

Krisis likuiditas, lanjut Sigit, merupakan momok yang ditakuti bankir dan mereka cenderung takut jika ada bank yang kolaps.

"Dengan itu ada keputusan KSSK menyelamatkan Century tepat. Dan pilihan untuk menyelamatkan Century  seharusnya tidak dipermasalahkan," pungkasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads