Sri Mulyani: Century Tak Diselamatkan, Biayanya Lebih Dari Rp 6,7 Triliun

Sri Mulyani: Century Tak Diselamatkan, Biayanya Lebih Dari Rp 6,7 Triliun

- detikFinance
Rabu, 23 Des 2009 19:03 WIB
Sri Mulyani: Century Tak Diselamatkan, Biayanya Lebih Dari Rp 6,7 Triliun
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan jika pemerintah tidak memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century, maka biaya yang dikeluarkan untuk menyelamatkan perekonomian dari krisis ekonomi bisa lebih besar dari Rp 6,7 triliun.

"Kalau Century tidak ditutup, biayanya lebih mahal dari Rp 6,7 triliun akibat timbulnya kepanikan di masyarakat dan lain-lain. Jadi jika sekarang banyak yang memikirkan dana Rp 6,7 triliun itu, yang saya pikirkan saat itu adalah dana masyarakat di perbankan sebesar Rp 2.000 triliun yang harus dipertahankan supaya tidak ada peralihan," tuturnya saat berkunjung ke redaksi detikcom , Jakarta, Selasa malam (23/12/2009).

Sri Mulyani mengatakan, awalnya pada rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) saat penetapan penyelamatan Century pada 20-21 November 2009, biaya penyelamatan Century yang direkomendasi oleh Bank Indonesia (BI) adalah Rp 632 miliar. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata banyak aset-aset bobrok di Century sehingga membuat biaya penyelamatan membengkak sampai mencapai Rp 6,7 triliun.

Meskipun begitu, Sri Mulyani mengatakan jika dari awal dirinya mengetahui biaya penyelamatan Bank Century mencapai Rp 6,7 triliun, dirinya tetap akan menyelamatkan Bank Century karena situasi perekonomian yang mengkhawatirkan saat itu.

Apalagi dana Rp 6,7 triliun itu berpotensi kembali lagi kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) begitu Bank Century (sekarang Bank Mutiara) dijual kepada investor.

Sri Mulyani mengatakan bagaimana gentingnya kondisi sektor keuangan pada Agustus sampai September 2008 di tengah krisis ekonomi global, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis, kondisi likuiditas yang ketat. "Bahkan pemerintah sampai memindahkan rekeningnya dari BI ke bank-bank BUMN masing-masing Rp 5 triliun," ujarnya.

Karena itu, jika Century saat itu tidak diselamatkan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan kepanikan di masyarakat sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih besar. "Apalagi program penjaminan uang nasabah di Indonesia hanya Rp 2 miliar sedangkan di negara-negara tetangga kita sudah menerapkan sistem penjaminan penuh atau blankeet guarantee," jelasnya.

Ini semua yang menjadi sebab Century diselamatkan meskipun diketahui Century hanya bank kecil, namun di tengah situasi ekonomi yang genting, bisa menimbulkan dampak yang buruk.

"Saya bahkan tidak pernah mendengar nama Bank Century dan tahu pemiliknya . Saya waktu itu di Washington, dan hanya diberi bahan 3 lembar yang berisi perkembangan kondisi likuiditas Bank Century," ujarnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads