Perbanas: Century Diselamatkan, Kekhawatiran Perbankan Hilang

Perbanas: Century Diselamatkan, Kekhawatiran Perbankan Hilang

- detikFinance
Rabu, 23 Des 2009 19:51 WIB
Perbanas: Century Diselamatkan, Kekhawatiran Perbankan Hilang
Jakarta - Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) berpendapat keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) membuat kekhawatiran industri perbankan hilang karena menyelamatkan Bank Century.

"Keputusan KSSK membuat kekhawatiran bank-bank hilang, karena menyelamatkan seluruh sistem keuangan dengan menyelamatkan sebuah Bank," ujar Ketua Perbanas Sigit Pramono di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

Sigit mengatakan pendapatnya bukan hanya berandai-andai atau sebuah omong kosong belaka. "Terbukti hingga kini sistem keuangan kita masih kuat. Kenyataan kemarin keputusan diambil dan selamatkan sangat tepat dan kita tidak bisa mundur dari pilihan-pilihan tersebut," jelasnya.

Seharusnya, menurut Sigit, persoalan akan muncul jika menyelamatkan Bank Century akan membuat sistem keuangan hancur baru. "Hal ini bukan untuk membela 1 sampai 2 pejabat, tetapi lebih kepada mempertahankan stabilitas sistem keuangan," katanya.

Negara lain menurut Sigit, seperti AS dimana puluhan bank ditutup. "Kita cuma satu, kenapa tidak bersyukur," tegasnya.

Sigit berpendapat saat ini yang harus dikhawatirkan adalah jika nantinya terjadi krisis, Indonesia belum punya undang-undang sebagai protokol krisis.

"Kenapa tidak fokuskan diri kita untuk mengurus hal itu. Apa nanti jika ada krisis lagi kita akan terus berulang-ulang bentuk Pansus. Undang-undang yang harus disusun ini nantinya akan bisa memperjelas definisi sistemik sehingga tidak ada dispute ke depannya," papar Sigit.

Dalam pertemuan dengan Menteri Keuangan, Sigit menjelaskan kekhawatiran yang terjadi disaat bank Century gagal kliring yang ditambah dengan adanya krisis global.

Kekhawatiran tersebut yakni :

  1. Fenomena perpindahan dana dari sekelompok bank ke kelompok bank lain yang dipersepsikan lebih aman. Atau flight to quality .
  2. Ada persoalan likuiditas sehingga pinjaman antar bank macet. Bank-bank tersebut tidak yakin terhadap kondisi mitra-mitranya. Bank yang kemarin bagus bisa berubah tiba-tiba, krisis likuiditas merupakan momok yang paling ditakuti bankir karena dampaknya bisa mematikan dan bikin bank kolaps.
  3. Negara tetangga terapkan blanket guarantee , sedangkan kita hanya Rp 2 miliar, maka jika ada resiko bank ditutup dan dana hanya diganti Rp 2 miliar maka apa yang dilakukan nasabah di bank lain? Karena nasabah dari dana di atas Rp 2 miliar lebih dari 60 persen total Dana Pihak Ketiga.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads