Kesepakatan baru ini merupakan perbaikan dari Chiang Mai Initiative atau Prakarsa Chiang Mai pada tahun 2000 yang diteken 5 negara ASEAN yakni Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Filipina ditambah Jepang, China dan Korsel.
Dalam perjalananya, 5 negara ASEAN lain yakni Vietnam, Kamboja, Laos, Brunei dan Myanmar juga dapat menggunakan bagian dari dana swap tersebut jika menghadapi kesulitan likuiditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepakatan ini dirancang untuk mengatasi neraca keseimbangan dan kesulitan likuiditas jangka pendek di kawasan sekaligus tambahan untuk rencana finansial internasional yang sudah ada," demikian Departemen Keuangan Korea Selatan, seperti dikutip dari AFP, Senin (28/12/2009).
Menurut Depkeu Korsel, jumlah swap mata uang juga meningkat dari semula US$ 78 miliar menjadi US$ 120 miliar. Japang dan China, termasuk Hong Kong masing-masing akan memberikan kontribusi US$ 38,4 miliar. Sementara Korsel akan memberikan kontribusi US$ 19,2 miliar atau 16%. Sisanya US$ 24 miliar akan ditanggung oleh negara-negara ASEAN.
(qom/dro)











































