BNI Targetkan Dana Penerimaan Negara Rp 15 Miliar di 2010

BNI Targetkan Dana Penerimaan Negara Rp 15 Miliar di 2010

- detikFinance
Selasa, 29 Des 2009 12:13 WIB
BNI Targetkan Dana Penerimaan Negara Rp 15 Miliar di 2010
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan penerimaan dana negara melalui rekening perseroan di tahun depan mencapai Rp 15 miliar. Ini sejalan dengan penunjukkan emiten berkode BBNI itu sebagai bank persepsi penerimaan negara oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan, dengan masa kontrak tiga tahun.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo usai penandatanganan kontrak Bank Operasi dan Bank Persepsi di kantor Dirjen Perbendaharaan Negara komplek Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Ia menjelaskan, sebagai bank persepsi, target penerimaan dana yang berasal dari luar negeri mencapai Rp 15 miliar. Penunjukkan ini berdasarkan atas dibukanya 42 cabang Bank Plat Merah itu di berbagai negara di dunia. Pembukaan cabang dimaksudkan pembayaran penerimaan negara terkait kepabeanan (ekspor/impor).

"Target, bank persepsi kalau luar negeri mencapai Rp 15 miliar," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya 42 cabang, yang terkonsentrasi di bandara atau pelabuhan negara yang bersangkutan, diharapkan target penerimaan kepabeanan dapat tercapai. Perseroan juga telah mengembangkan sistem aplikasi modul penerimaan negara (MPN) di lima cabang, seperti BNI London, BNI New York, BNI Tokyo, BNI Hongkong, dan BNI Singapura.

"Layanan dapat memudahkan wajib pajak, wajib setoran wajib bayar yang ada di luar negeri, untuk melakukan pembayaran secara online," katanya.

BNI juga mengumumkan, perseroan telah ditunjuk untuk menerima pembayaran penerimaan pajak dan non pajak di 7 kantor wilayah pajak, dari 11 yang beroperasi. Atau 64 kantor Pelayanan Pajak Negara (KPPN) dari 178 KPPN yang tersebar di Indonesia.

Sedangkan untuk target penerimaan dana BNI sebagai bank operasi, dalam tiga tahun diharapkan mencapai Rp 86 triliun. Sudah terdapat 1016 mitra perseroan yang bekerja sama dan minjadi KPPN dalam mengelola pengeluaran negara.

"Untuk target BO (Bank Operasi) sampai dengan 2012 Rp 86 triliun," jelas Gatot.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads