Menurutnya, tingginya undisbursed loan tersebut dikarenakan debitur banyak memilih untuk mengambil langkah wait and see . Ini terkait masih berlarutnya kasus Century yang tak kunjung usai.
"Penundaan kredit memang biasa dilakukan saat terjadi peristiwa politik besar. Investor cenderung wait and see ," ujar Sigit usai penandatanganan kontrak Bank Operasi dan Bank Persepsi di kantor Dirjen Perbendaharaan Negara komplek Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Ia menilai, Jika undisbursed loan ini terus bergerak naik, maka pertumbuhan kredit tahun 2009 tidak akan mencapai target seperti yang dicanangkan pada awal tahun. Bank Indonesia (BI) sebelumnya menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tahun 2009 mencapai 20%. Nyatanya, sampai saat ini pertumbuhan baru bergerak dikisaran 8-9%.
Pada kesempatan yang sama, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku masih memiliki kredit yang telah disetujui namun belum ditarik mencapai Rp 5-6 triliun. Jumlah ini tergolong tinggi, namun jika dibandingkan undisbursed loan secara industri perbankan yang mencapai Rp 270 triliun, jumlah ini masih jauh dibawahnya.
Menurut Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, yang menjadi faktor utama tingginya undisbursed loan itu karena nasabah belum mengambil dana kreditnya akibat fundamental ekonomi Indonesia, utamanya dari sektor riil.
"Kita kan sudah berikan tapi ternyata utilisasinya masih rendah. Banyak faktor sih, tapi utamanya adalah sektor riil," katanya seusai
Selain sektor riil, faktor pasar internasional juga jadi penentu akan undisbursed loan perseroan yang mencapai Rp 5-6 triliun itu. Sementara, undisbursed loan pada industri perbankan mencapai Rp 270 miliar. Bandingkan dengan total kredit perbankan yang mencapai Rp 1.330 triliun.
Selain itu, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Setijoso mengakui, undisbursed loan yang mereka hadapi saat ini sekitar 30-40% dari total plafon kredit yang perseroan miliki. Menurutnya, angka ini cukup tinggi. Namun sayangnya, ia enggan menjelaskan berapa nominal kredit BCA yang belum diambil oleh nasabah tersebut. (wep/ang)
