Menurut Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Erica Soeroto, dalam siaran persnya, Kamis (31/12/2009), sumber pendanaannya berasal dari program pembiayaan kembali (refinancing) sebesar Rp 940 miliar dari 37.758 nasabah KPR. Sebagai catatan, KPR yang dibiayai kembali oleh perseroan dipatok di bawah Rp 150 juta per nasabah atau termasuk golongan masyarakat menengah kebawah.
Selain itu, SMF telah menerbitkan 2 obligasi dengan nilai total Rp 551 miliar, melampaui target semula sebesar Rp 400 miliar. Perseroan juga telah menyelesaikan transaksi sekuritisasi tagihan KPR BTN dalam dua tahap secara keseluruhan, dengan nilai Rp 502 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, obligasi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mempunyai tenor 370 hari dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,5% per tahun.
"Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap bulan," kata Erica.
Pembayaran bunga tahap awal atas obligasi dijadwalkan pada 29 Maret 2010. Sedangkan tahap akhir pembayaran bunga terjadi di 3 Januari 2011. Ini sekaligus menjadi tanggal jatuh tempo atas obligasi SMFP02.
Obligasi ini, ditambahkannya, mendapat rating AA dari perusahaan pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Sebagai penjamin emisi atas obligasi tahap II, SMF mempercayakannya kepada PT Bahana Securities, sedangkan wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI).
Menurutnya, minat investor cukup besar sejak awal paparan publik. "Apalagi dengan kisaran imbal hasil berada pada range yang cukup besar," terangnya.
Mengingat dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk program refinancing, maka SMF harus mengambil tingkat imbal hasil yang optimum.
"Penetapan tingkat bunga 9,5% untuk obligasi kedua ini cukup mendukung perseroan dalam penyalurannya," imbuhnya.
(wep/dro)











































