Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad dalam diskusi tentang Kebijakan moneter dan perbankan dalam perspektif politik di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
Menurut Muliaman, biasanya pertumbuhan kredit itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomia suatu negara. Pada tahun 2009, lanjutnya, perumbuhan kredit di bawah target karena pertumbuhan ekonomi berjalan lambat, hanya 4,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman menambahkan penurunan kredit pada 2009 yang tidak mencapai 10% itu disebabkan karena kredit valuta asing yang sedang tidak baik karena banyak negara yang masih dalam recovery pascakrisis ekonomi global 2008.
"Kalau diteliti lebih detail penurunan kredit 2009 lebih karena kredit valas. Itu drop karena terkait langsung krisis ekonomi global," ujarnya.
Namun, dengan mulai pulihnya perekonomian global, Indonesia bisa meningkatkan target kredit 15-20% pada 2010 ini.
"15-20% itu lebih baik kita punya harapan terhadap recovery ekonomi global. Krisis mungkin belum selesai tapi yang terburuk sudah lewat," tegas Muliaman.
(nia/qom)











































