"Saya memahami betul kebijakan bailout ini karena memang sistemik. Banyak teori yang bisa dipakai, salah satunya teori model Eropa kuantitatif. Walaupun saya di luar BI, namun saya melihat keadaan," ujarnya saat rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
Aulia mengatakan, Indonesia sudah terkena imbas krisis ekonomi global yang terjadi. Hal ini terliat dari kondisi neraca pembayaran Indonesia dimana banyak terjadi aksi beli dolar AS.
"Kemudian saya juga melihat bagaiomana kondisi pasar saat itu. Waktu itu Pak Anwar Nasution mengatakan porsi bank ini kecil sekali, namun dalam kondisi normal. Tetapi kalau tidak normal tidak bisa dikatakan kecil, karena kondisi pasar tidak bisa dilawan," ujarnya.
Menurut Aulia, saat krisis ekonomi 1998, ada 16 bank yang ditutup. Dan 16 bank tersebut hanya menguasai 2,3% dari seluruh perbankan di Indonesia, tapi bisa mempengaruhi kondisi bank-bank lain.
"Bank kecil lain bisa kolaps kalau terjadi distorsi sosial dan politik, bisa terjadi rush . Walaupun saya di luar dan saya tidak bisa bicara angka-angka, tapi saya memahami keputusan bailout kemarin," tutupnya.
(dnl/qom)











































