Penegasan tersebut disampaikan Aulia saat rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
Dalam rapat tersebut, besan Presiden SBY itu mengaku cukup dilematis dalam memberikan persetujuan merger 3 bank yaitu Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac membentuk Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aulia mengatakan, karena pemilik 3 bank tersebut sama, kalau BI menutup salah satu bank tersebut maka 2 bank lainnya harus ikut ditutup.
"Maka ini repotnya kalau bank dimiliki oleh orang yang sama. Memang saya kenal sama Robert Tantular. Karena dia pemilik bank yang sedang diawasi, karena itu saya kenal karena saya bagian pengawasan. Saya kenal biasa saja tapi tidak pernah ketemu. Jadi bukan soal jatuh cinta, apalah cinta. Terus terang saya capek jadi pengawas," jelasnya.
Meskipun begitu, Aulia mengatakan dirinya tidak menyesal telah memberikan izin dalam proses merger 3 bank itu yang akhirnya melahirkan Bank Century.
"Tidak ada kata menyesal, karena sudah terjadi. Itulah kebijakannya. Saya tutup Bank Global salah, menyelamatkan bank ini salah juga. Kita harus wise , kalau misalnya ditutup harus ada bukti kuat," katanya.
(dnl/qom)











































