Menurut Direktur Pengembangan Usaha Pegadaian Wasis Djuhar, pihaknya sudah menyampaikan rencana tersebut kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meminta persetujuan.
"Ya kita harapkan awal April sudah bisa dibuka kembali," katanya usai konferensi pers akhir tahun 2009 di Kantor Pusat Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/1/2009).
Hingga November 2009, jumlah nasabah gadai efek Pegadaian mencapai 33 orang dan 3 institusi, angka ini turun jika dibandingkan tahun 2008 sebanyak 35 orang dan 6 institusi.
Pada November 2008 silam, perusahaan pelat merah itu sudah memberhentikan layanan produk gadai efek karena jatuhnya pasar saham akibat krisis. Dengan membaiknya kondisi pasar modal, Pegadaian berencana kembali membuka layanan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pegadaian Chandra Purnama mengatakan, dengan dibuka kembalinya produk gadai efek maka perusahaan pelat merah itu bisa kembali menerima layanan gadai saham, ORI, obligasi, dan Dolar.
"Selain itu kita juga sedang mengkaji gadai produk BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan menerima jasa titipan dari sana juga," ujarnya.
Saat ini, Pegadaian masih melakukan kajian terhadap kerjasama dengan BBJ tersebut. Salah satu hal yang dikaji adalah faktor resiko dan teknologi yang akan digunakan.
(ang/dnl)










































