Menurut Direktur Utama Mandiri Agus Martowardojo, perseroan memiliki beberapa rencana untuk berkembang di tahun 2010, yang tentunya membutuhkan banyak modal. Salah satunya dengan mengurangi porsi setoran dividen.
"Kita rekomendasikan kepada pemerintah. Tahun 2010 kan kita berencana tumbuh jadi butuh banyak modal. Kalau bisa pembayaran dividen dikurangi sekitar 20-35 persen saja," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
Tahun lalu, bank pelat merah itu telah membagikan dividen Rp 88,55 per saham kepada pemegang saham. Total dividen ini mencapai Rp 1,85 triliun yang merupakan 35% dari perolehan laba bersih 2008.
Bank Mandiri memberikan dividen yang lebih kecil karena sedang butuh modal di tengah krisis saat itu. Pemerintah juga memaklumi dividen sebesar 35% karena bank pemerintah itu sedang butuh tambahan modal.
Pada kesempatan yang sama, Agus mengatakan, perseroan juga akan menambah fasilitas pinjaman valuta asing (valas) kepada PT Pertamina (Persero) dari sebelumnya Rp 5 triliun menjadi Rp 6 Triliun. "Kita tambahin lagi Rp 1 triliun," ujarnya.
(ang/dnl)











































