"Kita mengawasi Bank Century seperti bermain layangan, kalau ditarik terus bisa putus," ujarnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Rusli mengatakan, Century yang merupakan hasil merger 3 bank yaitu Bank Pikko, Bank CIC, dan Bank Danpac pernah mengalami rasio kecukupan modal (CAR) negatif 132,5%. "CAR Century pernah negatif 132,5% bukan karena neraca," jelasnya.
Dikatakan Rusli, dirinya mengenal mantan pemegang saham asing Bank Century yaitu Rafat Ali Rizvi pada Oktober 2005. Dan Rusli jugala yang mengusulkan agar pemegang saham pengendali Bank Century diganti karena Rafat tidak lulus fit and proper test dan digantikan oleh Hesham Al-Warraq.
"Jadi dari Chinkara menjadi First Gulf Asia Holding. Sebagai pengawas setiap perubahan pemegang saham pengendali harus lewat mekanisme fit and proper lagi," tutupnya.
(dnl/dro)











































