Hindari Rugi Besar, BI Percepat Recovery Aset BDB-Asiatic
Selasa, 13 Apr 2004 11:28 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengupayakan percepatan recovery dari aset-aset Bank Dagang Bali dan Bank Asiatic supaya kerugian negara dapat dihindari. Selain itu, BI juga akan mempercepat pembayaran dana pihak ketiga (DPK), terutama untuk nasabah kecil.Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution usai breakfast meeting dengan Menkeu Boediono di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa, (13/4/2004)."Oleh karena itu, harapan kita verifikasi yang dilakukan BPKP dapat dilakukan segera agar dana nasabah wong cilik bisa segera dibayar," kata Anwar.Menyangkut recovery BDB, kata Anwar, baik usaha maupun aset ternyata banyak diminati. Karena itu, Anwar berharap tim verifikasi secepatnya dibentuk agar aset dapat cepat dijual. Misalnya, dengan menjual KUK maupun BPR-nya ke pihak lain yang akhirnya bisa menampung sebagian karyawan tersebut.Anwar juga menjelaskan bahwa BI sebenarnya sejak awal sudah melakukan pembinaan dan mengingatkan kepada manajemen kedua bank tersebut. Sayangnya, manajemen kedua bank tersebut banyak sekali melakukan kebohongan.Bahkan, lanjut Anwar, kedua bank ini sudah tidak bisa diselamatkan karena dua pertiga (Rp 1,2 triliun) dari total aset bank yang sebesar Rp 1,6 triliun tidak jelas juntrungannya. Akibatnya, tidak ada investor yang bersedia membeli.BDB sendiri sejauh ini, kata dia, telah menyerahkan aset senilai Rp 1 triliun, dan Bank Asiatic sebesar Rp 300 miliar. Kedua bank ini juga membuat surat pernyataan bersedia menyerahlan aset-aet lain jika itu masih kurang.Sementara itu, saat disinggung bank mana yang kemungkinan akan ditunjuk untuk melakukan pembayaran DPK, Anwar menyebutkan, kemungkinan BRI mengingat bank ini memiliki banyak cabang di Bali, disamping bank-bank lain.
(mi/)











































