Demikian disampaikan Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Masassya di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Rabu (6/1/2010).
Elvyn menjelaskan, akibat daya beli masyarakat yang diperkirakan meningkat, maka hal ini akan mendorong inflasi. Kenaikan Inflasi tidak bisa terbendung pada semester II, hingga mengakibatkan BI rate mencapai 7-7,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI pada hari ini memutuskan mempertahankan BI Rate di level 6,5%. Penetapan ini diputuskan atas pertimbangan kondisi ekonomi dan inflasi ke depan. Ia mengatakan risiko inflasi belum akan timbul pada semester I-2010, sehingga tingkat BI rate saat ini masih kondusif dalam menjaga stabilitas keuangan dan mendorong intermediasi perbankan.
"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan beberapa bulan yang lalu tetap konsisten. Level itu masih sangat rasional dan masuk akal, dengan tingkat inflasi ke depan," jelasnya.
(wep/qom)











































