Mantan Pejabat BI Akui Beri Kelonggaran Pada Bank Century

Mantan Pejabat BI Akui Beri Kelonggaran Pada Bank Century

- detikFinance
Rabu, 06 Jan 2010 19:01 WIB
Mantan Pejabat BI Akui Beri Kelonggaran Pada Bank Century
Jakarta - Mantan Direktur Pengawasan I Bank Indonesia (BI) Rusli Simandjuntak mengakui pernah memberikan kelonggaran kepada Bank Century terkait Surat-surat Berharga (SSB) yang macet menjadi lancar.

Hal tersebut dilakukan bank sentral sebagai upaya memperbaiki rasio kecukupan modal (CAR) Bank Century yang tercatat minus 132,5% pada bulan Februari 2005.

"CAR Century minus 132,5% di bulan Feburari 2005. Maka kita memasukannya kedalam pengawasan intensif dan memanggil pemegang saham agar segera memperbaiki likuiditasnya," ujar Rusli menjawab pertanyaan anggota Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (06/01/2010).

Rusli melanjutkan, pemegang saham menyetujui arahan dari BI dan segera memperbaiki likuiditasnya dengan menjual SSB yang dimiliki Bank Century.

"Dan memang sengaja diberikan kelonggaran, agar SSB menjadi lancar. Karena dengan dinyatakan lancar bank tidak perlu buat provisi (pencadangan) sehingga modalnya tidak berkurang," tuturnya.

Ia juga mengatakan, Bank Century dapat menambah modalnya dengan menjual SSB dengan jaminan collateral cash dari bank di Swiss.

"Akhirnya pada bulan Mei 2005, ada dana masuk sebesar US$ 10 juta dari collateral cash dan pada bulan Juni US$ 14,8 juta. Dan pada tahun 2007 masuk lagi Rp 442 miliar," ungkapnya.Β 

Sehingga, lanjut Rusli, setelah bank sentral memberikan kelonggaran tersebut CAR yang tadinya minus berubah menjadi positif di atas 8%. Menurutnya, treatment yang dilakukan BI sudah bagus dan pada bulan September 2008 SSB yang jatuh tempo juga dapat dibayar Bank Century.

Namun Rusli juga mengatakan bahwa patut diduga Bank Century merekayasa kelonggaran yang diberikan BI dengan menjual SSB fiktif

"Memang diduga ada rekayasa, konteks kelonggaran yang diberikan itu," tuturnya tanpa memberitahukan lebih lanjut.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads