"Surat keterangan dokter menyatakan sulit bagi dia (Fujii) untuk melakukan tugasnya sebagai menteri. Saya tidak punya pilihan kecuali mengambil diagnosa dokter itu dengan serius," ujar PM Hatoyama seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/1/2010).
Kan, 63 tahun merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat Jepang (DPJ). Pria yang sempat menjadi menteri kesehatan di era tahun 1990-am itu juga dikenal memiliki kemampuan debat yang hebat.
"Saya percaya Deputi PM Kan dapat menangani secara penuh pekerjaannya," imbuh PM Hatoyama.
Kan yang juga salah satu pendiri DPJ bersama dengan Hatoyama nantinya juga akan tetap menjadi Deputi Perdana Menteri. Kan juga dikenal dengan julukan 'irritable ' (cepat marah) karena perilakunya yang cepat emosi.
"Saya menerima penawaran PM Hatoyama, dan saya katakan padanya bahwa saya masih belum matang dalam banyak aspek namun saya akan melakukan yang terbaik untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Menkeu Fujii," ujar Kan.
Menteri Keuangan Jepang, Hirohisa Fujii sebelumnya mengajukan pengunduran diri setelah sakit-sakitan. Fujii merupakan menteri tertua dalam kabinet PM Hatoyama. Pada 28 Desember 2009 lalu, Fujii harus dirawat dirumah sakit akibat kelelahan dan darah tinggi usai bekerja keras menuntaskan APBN Jepang.
Ia meninggalkan rumah sakit 2 hari kemudian dan langsung mengikuti sidang kabinet. Namun Fujii kembali lagi ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes kesehatan lanjutan. (qom/dnl)











































