"Presiden Bank Sentral, Hernan Martin Perez Redrado telah dipecat karena salah urus dan gagal menjalankan kewajibannya," demikian bunyi dekrit yang dikeluarkan Presiden Kirchner seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/1/2010).
Kirchner mengeluarkan dekrit itu setelah Redrado menolak permintaannya untuk mengundurkan diri dengan alasan otonomi Bank Sentral. Sesuai aturan, hanya kongres yang memiliki kekuatan untuk mengganti Gubernur Bank Sentral. Kontrol Kirchner atas Kongres telah melemah sejak pemilihan jangka pendek tahun lalu.
Dekrit tersebut ditandatangani oleh seluruh anggota kabinet Presiden Kirchner dalam rapat kabinet darurat. Dalam dekrit tersebut juga disebutkan Wakil Gubernur Miguel Pesce akan mengambil alih tugas Redrado mulai Jumat ini.
Konflik antara Redrado dan Presiden Kirchner muncul setelah Redrado menolak pengalihan cadangan devisa sebesar US$ 6,59 miliar untuk membayar sebagian utang Argentina senilai US$ 13 miliar yang jatuh tempo tahun ini. Kirchner meminta dana tersebut untuk menjamin pembayaran utang, sebagai bagian upaya pemerintah untuk mengakhiri isolasi dari pasar kredit global menyusul gagal bayar di tahun 2001.
Redrado menyatakan pihaknya akan melakukan investigasi guna mencari seluruh konsekuensi legal dari keputusan tersebut. Redrado sebelumnya juga menegaskan akan bertahan pada posisinya untuk menjamin stabilitas moneter dan finansial.
Redrado menjadi Gubernur Bank Sentral Argentina pada tahun 2004, ketika negara tersebut dipimpin suami Kirchner, Nestor Kirchner. Jabatan Redrado mestinya baru habis pada September 2010 ini.
Pemerintah telah menawarkan posisi Redrago kepada Mario Blejer, yang memimpin bank tersebut pada era pemerintahan Eduardo Duhalde sekitar 2001-2003 ketika negara tersebut didera krisis ekonomi terburuk.
Meski Argentina sekarang telah mengalami surplus fiskal, namun negara tersebut hingga kini belum bebas mendapatkan pendanaan dari pasar kredit internasional karena belum adanya kepercayaan. Negara tersebut juga harus 'berdamai' dengan para pemegang obligasinya yang telah memboikot restrukturisasi utang sebelumnya di tahun 2005.
Argentina tercatat memiliki utang yang akan jatuh tempo senilai US$ 13 miliar pada 2010. Bank Sentral Argentina tercatat memegang cadangan devisa hingga US$ 48 miliar. Argentina membayar utangnya senilai US$ 20 miliar di 2009, namun pendapatan negara tersebut terus menurun sejalan dengan krisis ekonomi global. (qom/dnl)










































