Pegadaian Dirikan BPR Syariah Tahun Ini
Rabu, 14 Apr 2004 13:43 WIB
Jakarta - Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian pada tahun ini akan mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Nantinya, BPR Syariah tersebut menjadi unit terpisah dari Pegadaian.Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Perum Pegadaian, Budiyanto, pada jumpa pers di kantor pusat Pegadaian, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/4/2004). "Kita akan menangkap peluang pasar karena banyak sekali masyarakat yang membutuhkan produk-produk berdasarkan syariah," katanya.Selain itu, Pegadaian juga menghadapi masalah kredit dimana selama ini sumber pendanannya selalu berasal dari perbankan atau penerbitan obligasi. "Kalau dari BPR diharapkan bisa menarik dana dari masyarakat melalui tabungan dan kredit bisa disalurkan apakah dengan gadai atau kredit kelayakan usaha dan lain-lain," papar Budiyanto.Menurut dia, pendirian BPR Syariah tersebut tidak menyalahi ketentuan yang ada karena akan didirikan berdasarkan ketentuan-ketentuan mengenai pendirian BPR. Saat ini, proses pendirian BPR Syariah ini masih dalam pengkajian. Namun diharapkan tahun ini sudah bisa beroperasi.Tak akan Terbitkan ObligasiDijelaskan Budiyanto, kemungkinan tahun ini pihaknya tidak akan menerbitkan obligasi karena dana yang ada dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional Pegadaian. Dana yang masih dimiliki di antaranya dari Surat Utang Pemerintah (SUP) sebesar Rp 200 miliar serta dari fasilitas perbankan yang belum terpakai sebesar Rp 300 miliar dari 6 bank.Dengan kebutuhan dana sebesar Rp 600 miliar, maka Pegadaian hanya tinggal membutuhkan dana sekitar Rp 100 miliar yang kemungkinan bisa dicukupi dari modal internal.
(ani/)










































