Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/1/2010).
"Jadi dalam sisi timing untuk domestic bond juga sangat positif. Untuk regional maupun global juga situasinya masih sangat paperable . Ini adalah situasi yang sedang kita manfaatkan untuk menjaga APBN 2010 bisa mendanai seluruh kebutuhan dengan tetap pada rambu-rambu kehati-hatian," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan, membaiknya pasar keuangan global diiringi dengan membaiknya kinerja perekonomian Indonesia, maka imbal hasil (yield ) dari penerbitan surat utang pemerintah akan lebih murah.
"Banyaknya aliran dana masuk ke dalam negeri membuat harga obligasi kita kompetitif, dari sisi yield kita bisa tekan. Jadi dalam hal ini konsisiten saya katakan sentimen yang sekarang ini muncul juga karena masih banyaknya likuiditas secara global menguntungkan emerging countries, terutama Indonesia yang memiliki kinerja di tahun 2009 dianggap lebih baik dibandingkan negara-negara developing yang lain. Sehingga dari sisi positioning, indonesia sangat diuntungkan," paparnya.
Dikatakan Sri Mulyani, derasnya aliran dana asing saat ini terlihat positif pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan perusahaan itu sendiri. Menurutnya deras aliran dana ini memnbuat membuat nilai tukar rupiah terus menguat."Rupiah ini sudah tertinggi di Asia sekarang ini," tegasnya.
(nia/dnl)










































