"Biasanya kita butuh waktu sekitar 3 bulan, penurunannya bisa 50-100 basis poin," kata Direktur Utama (BTN) Iqbal Latanro di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (12/1/2009).
Ia mengatakan, bank pelat merah itu sudah memangkas suku bunga kreditnya sejak Desember 2008 lalu. Saat ini, rata-rata tingkat suku bunga kredit BTN berada di level
10,5-12 persen.
Ia menambahkan, tingkat kepemilikan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BTN mencapai lebih dari 20 persen pasca penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Menurut Iqbal, supaya tingkat CAR BTN tidak terlalu tinggi, tahun ini BTN berencana meningkatkan tingkat penyaluran kreditnya hingga 30 persen dari tahun 2009. "Angkanya belum bisa saya sebutkan tapi kita harapkan tumbuh 30 persen dari tahun lalu," ujarnya.
Seiring dengan meningkatnya modal perseroan, emiten berkode BBTN itu tidak berencana mengusulkan penurunan setoran dividen kepada pemerintah seperti yang dilakukan bank BUMN lainnya.
"Tahun lalu dividen kita rendah karena butuh modal. Tahun ini kan sudah cukup. Tapi nanti masih akan kita bahas lagi," ujarnya.
(ang/dnl)











































