Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Mulia Nasution usai konferensi pers di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa (12/1/2009).
"Ya anggota Pansus kan 30-an ya, jadi besok dibawa sekitar itu lha," ujarnya.
Mulia menyatakan untuk tahap awal, buku ini sudah dicetak 1.000 eksemplar. Saat mulai digembar-gemborkan mengenai buku ini, lanjut Mulia, peminatnya sudah banyak.
"Kita mencetak tahap pertama 1.000 eksemplar. Tapi dari buku ini diterbitkan, juga sudah ada yang minta baik DPR maupun kampus-kampus ," ungkapnya.
Mulia menegaskan buku putih ini tidak untuk diperjualbelikan. Jika ada yang berminat maka pihak Depkeu akan memberikan secara cuma-cuma, selagi buku ini masih tersedia. Kecuali jika nanti ada beberapa penerbit yang sengaja memperbanyak buku ini dan memperjualbelikannya.
"Kita akan sediakan, kalau ada yang berminat, kita akan serahkan. Tidak dijual kalau penerbit yang mencetak ya baru dijual," tegasnya.
Mulia menyatakan, penyelesaian buku putih ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Tim pembuatnya, lanjut Mulia, disebut Tim Asistensi Sosialisasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan Departemen Keuangan RI yang terdiri dari sekitar 20 orang dari berbagai bidang.
"Tim ada sekitar 20-an, ada bidang hukum, auditing, dan ini sudah cukup lama kita persiapkan," ujar Mulia.
Bab I buku putih ini diawali dengan topik "Bank Century, sebuah polemik di balik pemulihan krisis ekonomi". Dalam buku ini juga terdapat kutipan-kutipan dari para tokoh terkait upaya penyelamatan di masa krisis.
"Saya dapat membayangkan bagaimana Boediono dan Sri Mulyani merapatkan baju dinginnya sebelum mengambil keputusan emas itu. Suatu keputusan sulit dan berisiko tinggi di tengah tekanan yang bergerak dalam hitungan detik yang kini menjadi sasaran kritik dan kecurigaan," demikian kutipan dari pengamat dan mantan praktisi perbankan, Masyhud Ali dalam buku tersebut.
"Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama. Seandanya saya Menkeu waktu itu, saya kira saya akan melakukan hal yang sama," ujar mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam buku putih tersebut.
(nia/dnl)











































