Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin Riyanto seusai penandatanganan kerja sama di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
BSB sebagai sub agen penjualan sukuk ritel 2010, akan memasarkan produk berdasarkan seri SR-002 di tahun 2010. Sukuk ritel ini memiliki teno tiga tahun.
"Sukuk ritel kedua ini diharapkan sukses seperti raihan di awal. Kami berminat menjadi sub agen penjual sukuk karena instrumen sukuk menjadi alternatif pengelolaan dana inveatasi, membuat pasar sukuk masih terbuka lebar. Sukuk ini juga diharapkan bisa memberikan peningkatan fee based income ke perseroan," jelas Riyanto.
Suku ritel dapat dibeli masyarakat secara individu dengan nilai minimal Rp 5 juta. Jenis akad adalah Ijarah (Sale dan Lease Back ), hingga memberikan pendapatan yang pasti bagi investor.
BSB mengharapkan imbal hasil sebesar 12% atas dari penjualan sukuk ritel yang dilakukannya. Imbal hasil ini sama dengan yang diperoleh perseroan tahun sebelumnya.
"Ini kan produk pengembangan perbankan syariah. Kalau imbal hasil, kami harapkan sama seperti tahun lalu yang 12%. Itu kalau pricing sama dengan sukuk pertama, tapi kalau di bawah? Kita belum dapat mandat dari Depkeu," jelas Riyanto.
Sukuk ritel BSB akan diperdagangankan di seluruh cabang perseroan di 8 kantor cabang dan 4 kantor cabang pembantu. Pemasaran sukuk juga dilakukan di seluruh bank Bukopin konvesional, dengan target utama para nasabah perseroan. "Dengan penjualan ini, diharapkan akan meningkatkan fee based income ," imbuhnya.
Namun PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (AAA Sekuritas) mengharapkan, BSB dapat lebih memasarkan sukuk ritel di lebih banyak kota. "Awalnya kan cuma tiga kota. Sekarang mudah-mudahan bisa jadi 9 kota," pungkas Direktur Utama AAA Sekuritas Andri Rukminto.
(wep/dnl)











































