"Untuk sementara global bond sudah. Untuk sementara saya kira sudah tidak ada lagi," ujar Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Pemerintah hari ini menerbitkan surat utang dalam valas atau global bond senilai US$ 2 miliar. Dana hasil penerbitan surat utang valas ini akan digunakan untuk membiayai APBN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat utang dalam valas ini mendapatken peringkat Ba2 (stable) dari Moody's, BB- (positive) dari S&P, dan BB (stable) dari Fitch. Bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners transaksi ini adalah Barclays Capital, Citi, dan Credit Suisse.
Saat ditanya apakah pemerintah akan menerbitkan global bond lagi jika lembaga pemeringkat menaikkan peringkat Indonesia, Rahmat mengaku pemerintah akan mempertimbangkannya.
"Kita akan lihat karena saldo kas kita sudah cukup besar. Kemudian ada akses dari program loan," pungkasnya.
(qom/qom)











































