Khawatir Defisit AS Naik, RI Hati-hati Kelola Keuangan
Jumat, 16 Apr 2004 14:32 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Boediono menegaskan pemerintah akan bersikap hati-hati dalam pengelolaan keuangan negara, menyusul adanya kekhawatiran dari Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa membengkaknya defisit anggaran Amerika Serikat (AS) bisa mempengaruhi perekonomian dunia."Intinya kita harus hati-hati karena AS itu begitu besarnya. AS itu raksasa. Kalau ekonominya agak sakit, kita semua akan merasakan juga," kata Boediono saat ditemui usai salat Jumat di kompleks Depkeu, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2004).Menurut Boediono, meningkatnya defisit anggaran AS tersebut merupakan suatu pelajaran bagi Indonesia bahwa keuangan negara merupakan jangkar perekonomian nasional. "Jadi sangat penting keuangan negara dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan hati-hati. Bukan kaku, tapi hati-hati, yakni hati-hati mengenai defisit dan juga hati-hati mengenai utang," katanya.Kondisi perekonomian AS memang dikhawatirkan akan mempengaruhi perekonomian dunia, baik dari sisi perdagangan (ekspor impor) dan keuangan (kurs dan suku bunga). Meski demikian, Boediono berharap, kondisi perekonimian AS itu tidak akan terlalu mempengaruhi perekonomian Indonesia. Pasalnya, perekonomian Indonesia saat ini dalam keadaan stabil.Khusus mengenai defisit anggaran pada triwulan pertama 2004, Boediono menilai sejauh ini defisit anggaran masih di jalur yang tepat (on track). "Saya lihat masih on track. Saya memang belum mendapat angka finalnya, tapi kayaknya sudah seimbang antara penerimaan dengan pengeluaran," demikian Boediono.
(ani/)











































