"Saya mau meluruskan karena nama saya di-quote dalam buku putih Sri Mulyani. Dalam pernyataan saya yang dikutip itu, terkesan saya setuju dengan penyelamatan Bank Century.Bukan penyelamatan Bank Century, itu ngawur kelas berat," tegas Rizal dalam Econit Economic Outlook di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Pada buku putih tentang Century yang diterbitkan Departemen Keuangan, pada halaman 24, terdapat kutipan dari Rizal Ramli yang menyatakan, "krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini baru tahap awal. Sebab, masih akan ada lagi tahap-tahap yang lebih parah jika Pemerintah tidak tanggap dan sadar. Perekonomian di 2008 adalah tahun gelembung karena banyak perusahaan yang berpusat di sektor finansial."
Rizal menyatakan pernyataan tersebut dimaksudkan agar pemerintah mengatasi gelembung ekonomi yang diprediksi terjadi pada tahun 2008.
"Kami mengatakan itu supaya pemerintah bisa mengempeskan gelembung dengan cara pertama menghentikan aliran hot money . Kedua, Bapepam lebih tegas sehingga tidak ada goreng-gorengan saham sehingga kalau ini dilakukan ekonomi Indonesia akan soft landing ," jelasnya.
(nia/dnl)











































