"Situasi saat itu menakutkan tapi tidak panik. Karena itu kita jaga agar jangan sampai panik seperti tahun 1997/1998. Kalau panik akan susah membalikannya," tegasnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).
Raden mengatakan, perekonomian Indonesia saat itu mendapatkan ancaman krisis yang signifikan karena krisis ekonomi global yang terjadi saat itu.
"Kita tidak bisa menyampingkan data-data keuangan yang ada sejak bulan September, Oktober, dan November 2008, yang terlihat ada gejolak di sistem keuangan kita," paparnya.
Dalam situasi ekonomi yang rawan seperti itu, Raden mengatakan bank sekecil Century bisa memiliki dampak yang sistemik sehingga perlu penyelamatan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
"Kalau situasinya biasa-biasa saja, Bank Century tak punya dampak sistemik," tandas Raden.
Mengenai masalah Bank Century, Raden mengatakan, KSSK sudah mengetahui masalah Bank Century sejak tanggal 13 November 2008 dimana ada laporan dari Bank Indonesia (BI) mengenai masalah Bank Century.
Pada kesempatan tersebut, Raden juga mengatakan dalam pengambilan keputusan bailout Bank Century, KSSK sama sekali tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/dnl)











































