Departemen Keuangan memastikan, rencana penerbitan Samurai Bond dan sukuk global akan dilakukan pada semester I-2010. Ini merupakan bagian dari front loading strategy , dimana pemerintah akan gencar menerbitkan surat utang di awal tahun sehingga kebutuhan defisit anggaran bisa diamankan.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance , Jumat (15/1/2010).
"Pemerintah untuk sementara tidak merencanakan untuk menerbitkan global bond/GMTN (Global Medium Term Notes ) lagi tahun 2010. Tapi hanya Samurai dan global sukuk dalam semester I-2010 ini," ujarnya.
Pemerintah berencana mengamankan kebutuhan defisit anggaran di awal tahun, karena khawatir situasi pasar keuangan pada semester II-2010 kurang kondusif.
"Penerbitan global securities baik bond, sukuk, dan samurai dalam semester I-2010 ini merupakan bagian dari front-loading strategy untuk antisipasikan situasi pasar pada semester II-2010 yang diperkirakan kurang kondusif. Namun, Pemerintah tetap memprioritaskan penerbitan Surat Berharga Negara (SUN dan Sukuk) di pasar domestik," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat mengatakan pemerintah akan menghentikan penerbitan obligasi global di tahun ini setelah menyerap US$ 2 miliar pada 12 Januari 2010 kemarin.
Sebelumnya, Menko Perekonmian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan segera menerbitkan obligasi global senilai US$ 750 juta sampai US$ 1 miliar di tahun 2010.
Sebelumnya pada Juli 2009, pemerintah telah menerbitkan Samurai Bond senilai 35 miliar yen atau setara dengan US$ 370 juta (dengan kurs saat itu). Rahmat belum dapat memastikan apakah nilainya akan lebih besar atau tidak dari penerbitan Samurai Bond yang lalu.
Dengan penerbitan sekitar US$ 370 juta ini, maka sisa plafon penerbitan Samurai Bond pemerintah masih cukup banyak, plafon maksimal adalah sampai US$ 1,5 miliar.
(dnl/qom)











































