Demikian disampaikan Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Halim Alamsyah di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (15/01/2010).
"Nanti ada kebijakan yang mengarahkan kepada itu semua (penurunan bunga kredit), saat ini kita sedang mengkaji komponen-komponen yang mempengaruhi penurunan suku bunga itu apa saja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halim menjelaskan, nantinya akan ada komponen-komponen yang akan dibatasi. BI juga akan menekankan efisiensi dari bank tersebut.
"Kalau tidak efisien maka terpaksa bank akan menawarkan bunga kredit yang kurang kompetitif," jelasnya.
Hal lainnya adalah terkait sistem akuntintansi yakni terkait pengendalian biaya dana itu. Halim menjelaskan, BI saat ini sedang meneliti biaya-biaya overhead perbankan, misalnya yang terkait dengan biaya dana.
"Karena kalau tidak berhasil dengan baik maka dia harus menawarkan bunganya dengan tinggi," katanya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut masih dalam tahapan pengkajian, setelah semua komponen diketahui apa saja yang membuat bunga kredit sulit turun maka kebijakan akan dibuat.
"Saat ini kita sedang mengkaji, setelah kita tau itu apa kita akan buat kebijakannya. Tetapi tidak harus langsung dikeluarkan kebijakannya, karena itu adalah hasil akhir dari berbagai faktor. Selain itu akan ada beberapa aturan juga yang akan kita ubah, supaya nanti dia menjadi lebih efisien," tandasnya.
(dru/qom)











































