bank BUMN tahun 2009 sebanyak Rp 16,03 triliun, dengan target persentase tersebut maka diharapkan laba bersihnya mencapai Rp 19,5 triliun.
Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, angka pertumbuhan sebesar itu merupakan hasil kesepakatan dengan seluruh direksi bank pelat merah. Direksi
sepakat untuk menggenjot pertumbuhan kredit yang tinggi dalam mengejar target tersebut.
"Mereka semua menyatakan siap untuk mengejar target tersebut, dan saya sendiri optimis bakal tercapai," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/1/2010).
Said mengatakan, jika dilihat dari ukuran dan kesehatan 4 bank BUMN, tahun ini faktor tersebut akan naik dengan baik dan mencapai puncaknya. Selain itu, menurut Said, sudah banyak efisiensi yang dilakukan bank-bank milik negara tersebut.
"BOPO (Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional) bank BUMN itu paling rendah, dulu minta ke BI (Bank Indonesia) dipatok 5 persen. Kalau bank lain kan 7-8 persen," ujarnya.
Belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan oleh bank pelat merah di tahun 2010 mencapai Rp 2,5, naik 111,3 persen dari capex tahun lalu sebanyak Rp 1,18 triliun.
"Kalau perbankan kan capex-nya memang tidak terlalu besar, yang penting modalnya saja untuk penyaluran kredit," ungkapnya.
(ang/dnl)











































