Rizal Ramli: Laporan Sri Mulyani Melalui SMS Itu Aneh

Kasus Century

Rizal Ramli: Laporan Sri Mulyani Melalui SMS Itu Aneh

- detikFinance
Sabtu, 16 Jan 2010 10:55 WIB
Rizal Ramli: Laporan Sri Mulyani Melalui SMS Itu Aneh
Jakarta - Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menyatakan laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) melalui Short Messages Service (SMS) terkait penyelamatan Bank Century merupakan hal yang tidak pantas dan aneh.

"Melaporkan sebuah kejadian yang sangat penting terkait Bailout Bank Century hanya melalui SMS sangat aneh buat saya. Sewaktu saya menjabat Menteri Perekonomian, jika ada masalah penting dan mendesak sekali minimal melalui sambungan telepon, atau ketemu langsung, kalau sama pacar baru sms," ujar Rizal dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Sabtu (16/01/2010).

Rizal menjelaskan, mantan wakil Presiden JK dalam pernyataannya dalam rapat bersama Pansus Century DPR kemarin memberikan keterangan yang sangat terang benderang.Β  Karena sebelumnya, lanjut Rizal, pelaku-pelaku yang dipanggil menjadi saksi yakni Sri Mulyani, Boediono dan pejabat-pejabat Bank Indonesia dalam memberikan keterangannya tidak lengkap atau tidak memberikan fakta yang sesungguuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun berbeda dengan Bapak Mantan Wakil Presiden. Disana JK memberikan pernyataan dimana Sri Mulyani merasa tertipu oleh Bank Indonesia (BI). Namun yang juga aneh jika telah merasa ditipu, mengapa Sri Mulyani tetap saja memberikan dana bailout yang awalnya Rp 632 miliar dibiarkan saja hingga Rp 6,7 triliun," ungkapnya.

Rizal memaparkan 2 hal yang sebenarnya terjadi menurut kacamatanya pada masa krisis tahun 2008 kemarin. "Pertama, hampir semua pejabat memakai alasan bailout karena krisis global mengakibatkan bank kesulitan likuditas. Namun ternyata data dan fakta sangat jelas kesulitan likuiditas yang karena kebijakan BI yang melakukan keketatan moneter," kata Rizal.

Ia menjelaskan, keketatan moneter tersebut diakibatkan Bank Sentral, yang saat itu dipimpin Boediono, menaikkan tingkat suku bunga dan mengurangi pasokan uang sepanjang 2008. Yang kedua, menurut Rizal, Bank Century merupakan bank kecil dan jika ditutup tidak akan menjadi masalah besar.

"Bank Century adalah bank yang ecek-ecek, nasabah dan asetnya kecil sekali jika dibandingkan dengan total seluruh industri perbankan. Sehingga salah satu Deputi Gubernurnya yakni Ibu Siti Fadjriah mengatakan dalam rapat kepada Sri Mulyani agar menutup Bank Century," kata Rizal.

Rizal mengatakan, jika Bank Century ditutup maka tidak akan terjadi masalah seperti halnya yang terjadi pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tripanca yang juga ditutup dan tidak menimbulkan masalah.

"Padahal aset dan jumlah nasabahnya lebih besar daripada Bank Century," pungkasnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads