Darmin: Secara Mikro Individual, Bank Century Tidak Sistemik

Darmin: Secara Mikro Individual, Bank Century Tidak Sistemik

- detikFinance
Senin, 18 Jan 2010 11:18 WIB
Jakarta - Mantan Dirjen Pajak Darmin Nasution menilai Bank Century secara mikro individual tidak akan berdampak sistemik. Namun setelah diberikan penjelasan dari Bank Indonesia (BI) soal kondisi makro ekonomi, Darmin akhirnya bisa menerima penjelasan bahwa Bank Century berdampak sistemik.

Hal tersebut disampaikan Darmin Nasution dalam rapat dengan Pansus Bank Century di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (18/1/2010). Darmin diminta keterangannya sebagai narasumber dalam rapat. Selain sebagai Dirjen Pajak, Darmin ketika itu juga menjabat sebagai Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Darmin menjelaskan, rapat KSSK pada 20 November 2008 lalu diawali dengan penjelasan mantan Gubernur BI Boediono dan Direktur Penelitian dan Pengawasan Perbankan BI Halim Alamsyah. Keduanya ketika itu menjelaskan mengenai situasi makro perbankan yang sudah sangat mengkhawatirkan, yakni Indeks Pressure Perbankan, pinjaman antar bank yang terjadi segmentasi, kurs melonjak dan cadangan devisa yang turun.

"Karena saya menangkap penjelasan itu sangat lebih dititikberatkan pada makro dan psikologis, saya mengajukan sisi pandang yang berbeda yaitu mikro individual perbankan. Saya mengingatkan bank ini bank kecil. Saya juga mempertanyakan mengapa CAR tiba-tiba turun. Ada penjelasannya," urai Darmin.

"Dari pendekatan mikro individual saya katakan bank ini bukan sistemik, tapi sebetulnya saya jauh lebih banyak mempersoalkan kenapa CAR-nya tiba-tiba turun," imbuh Darmin.

Ketika itu, lanjut Darmin, pihak BI menjelaskan bahwa ketika itu memang sebaiknya diambil keputusan yang menekankan sisi keamanan.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany mengatakan, kondisi Bank Century kala itu terjadi pada saat pasar modal mengalami kejatuhan. IHSG bahkan merosot hingga titik terendahnya di level 1.155, dari awal Januari 2008 yang mencapai 2,830-an.

"Dapat kami katakan pasar modal berdasarkan indikator IHSG bisa dikatakan dalam keadaan krisis saat itu," tegas Fuad. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads