Darmin: Dana Bailout Century Bukan Uang Negara

Darmin: Dana Bailout Century Bukan Uang Negara

- detikFinance
Senin, 18 Jan 2010 15:25 WIB
Darmin: Dana Bailout Century Bukan Uang Negara
Jakarta - Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Darmin Nasution menegaskan dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp 6,7 triliun ke Bank Century ukan merupakan keuangan negara.

Hal tersebut disampaikan Darmin menjawab pertanyaan salah satu Anggota Pansus Hak Angket Kasus Bank Century di Gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (18/01/2010).

"Uang yang digunakan LPS untuk penyelamatan termasuk kepada Bank Century kemarin adalah dari cadangan penjaminan. Dan itu bukan uang negara, atau saya jelaskan itu bukan keuangan negara," ujar Darmin yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin menjelaskan, dana pengucuran tersebut didalam neraca, terpisah dari modal dan terdapat dalam cadangan penjaminan LPS.

"Cadangan penjaminan tersebut adalah dana yang disisihkan dari premi yang digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi LPS," ungkap Darmin.

Namun, lanjut Darmin, jika sampai modal awal LPS dari pemerintah sebesar Rp 4 triliun terpakai maka dapat meminjam kepada pemerintah.

"Secara undang-undang, dana PMS merupakan sebuah kekayaan negara yang dipisahkan," jelasnya.

Darmin menambahkan, para bankir tidak keberatan dana LPS yang merupakan iuran bank digunakan untuk menalangi Bank Century (kini Bank Mutiara). Untuk mengkonfirmasinya, Darmin mempersilakan Pansus memanggil para bankir. Sayangnya Darmin tidak bersedia menyebutkan siapa saja bankir yang tidak keberatan tersebut.

"Saya tanya perbankan, mereka bisa menerima. Sejumlah bankir, mereka setuju. Silakan ditanya mereka," ujar Darmin yang terlihat tenang dan sesekali diselingi guyon ini.

Darmin menambahkan, modal LPS sama sekali tidak terganggu meski sudah memberikan talangan Rp 6,7 triliun ini. Bank Century juga masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan dana talangan.

"Bank ini masih punya kesempatan untuk mengembalikan apa yang digunakan. Saya juga tidak nerani memastikan itu akan kembali. Tetapi di akhir cerita nanti berapapun kekurangannya tetap lebih murah kalau dimatikan banknya," imbuhnya.

(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads