LPS: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 5,4 Triliun

LPS: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 5,4 Triliun

- detikFinance
Selasa, 19 Jan 2010 19:36 WIB
LPS: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 5,4 Triliun
Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan, jika pemerintah memutuskan untuk menutup Bank Century, maka dana yang akan dikeluarkan dan langsung menjadi kerugian negara nilainya mencapai Rp 5,4 triliun.

Namun jika bentuknya bailout melalui dana Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp 6,7 triliun seperti saat ini, maka dana itu masih dimungkinkan kembali setelah penjualan bank yang saat ini bernama Mutiara tersebut.

Demikian dikatakan oleh Kepala Eksekutif LPS, Firdaus Djaelani ketika diperiksa Pansus Hak Angket di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (19/01/2010).

"Kami menggunakan data Bank Indonesia (BI), jika Century harus ditutup nilai kerugiannya bisa mencapai Rp 5,4 triliun," ujar Firdaus.

Ia menjelaskan, berdasarkan data tersebut nasabah dengan simpanan di bawah Rp 2 miliar tercatat sebanyak Rp 5,4 triliun. "Itu sudah pasti kami tanggung," tegasnya.

Kemudian, lanjut Firdaus, nasabah di atas Rp 2 miliar sekitar Rp 5 triliun yang terdiri atas 500 rekening. "Sekitar Rp 1 triliun nasabah di atas Rp 2 miliar yang sesuai suku bunga penjaminan saat itu yakni sebesar 10 persen, akan dibayar Rp 2 miiliar," tambahnya.

"Yang melampuai suku bunga 10 persen itu Rp 1 triliun. Jadi Rp 6,4 triliun dikurangi Rp 1 triliun, sehingga Rp 5,4 triliun," ungkapnya.

Ditambah lagi, LPS mencatat penjualan aset Bank Century hanya sekitar Rp 500 miliar. "Belum lagi proses likuidasi yang bisa memakan waktu hingga 5 tahun. Ini sangat lama dan tidak lupa jika ada efek domino yang ditimbulkan kepada bank lain.

Tetapi, Firdaus mengatakan dengan diselamatkannya Bank Century berikut dana PMS sebesar Rp 6,7 triliun masih ada kemungkinan besar untuk kembali.

"Masih ada harapan menjual bank. Paling rendah saja diprediksikan bisa laku Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun dalam waktu 5 tahun.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads