2 ATM Dibobol, BNI Intensifkan Pengawasan dan Sweeping

2 ATM Dibobol, BNI Intensifkan Pengawasan dan Sweeping

- detikFinance
Rabu, 20 Jan 2010 18:50 WIB
2 ATM Dibobol, BNI Intensifkan Pengawasan dan Sweeping
Jakarta - Nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga ada yang menjadi korban sindikat pembobolan bank. BNI akan mengintensifkan pengawasan dan melakukan sweeping pada ATM-ATM miliknya.

"BNI juga mengintensifkan pengawasan dan sweeping pada mesin-mesin ATM untuk melakukan deteksi dini atas kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," ujar Corporate Secretary BNI, Intan Adams Katoppo dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Rabu (20/01/2010).

BNI kini juga tengah melakukan identifikasi dan verifikasi berdasarkan adanya laporan berkurangnya saldo beberapa nasabah perbankan akibat transaksi mencurigakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika laporan tersebut ternyata terbukti ada hal yang disebabkan oleh faktor di luar kelalaian nasabah, BNI akan mengganti dana nasabahnya yang menjadi korban dalam waktu 2 x 24 jam setelah adanya hasil verifikasi.

"Berdasarkan hasil verifikasi, kejadian tersebut hanya terjadi di daerah Denpasar, dari 86 mesin ATM BNI di Denpasar, hanya 2 mesin ATM yang terkait dengan laporan nasabah," ujar Intan.

Intan menjelaskan, saat ini sebagian besar mesin ATM BNI telah dilengkapi dengan teknologi mutakhir anti kejahatan skimming dan akan terus diimplementasikan pada semua mesin ATM BNI di seluruh Indonesia.

Permasalahan ini, lanjut Intan, hanya terjadi pada transaksi di mesin ATM, sedangkan untuk transaksi di e-channel lainnya (BNI Internet Banking, BNI SMS Banking, BNI Mobile Banking, BNI PhonePlus) tidak terganggu.

BNI akan berusaha menuntaskan hal ini. Bagi nasabah yang merasa mengalami hal tersebut, dapat melaporkan ke cabang BNI terdekat atau call-center BNI 021-57899999.

"Saat ini, seluruh layanan perbankan BNI berjalan dengan baik. Nasabah dapat bertransaksi secara normal, khusus untuk transaksi di ATM, kami mengimbau nasabah selalu menjaga keamanan transaksi dengan melakukan pergantian PIN secara regular dan selalu merahasiakan nomor PIN kepada siapapun," tutup Intan.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads