"Yang sudah diverifikasi hingga pagi ini sebanyak 19 nasabah rekeningnya telah dibobol dengan total kerugian sebesar Rp 200 juta. Hal tersebut hanya terjadi di 2 ATM di Bali dari seluruh total 86 ATM," ujar Wakil Direktur Utama Felia Salim di Kantornya Wisma BNI 46, Sudirman, Jakarta, Kamis (21/01/2010).
Felia mengatakan, dana nasabah tersebut telah diganti sepenuhnya oleh BNI karena setelah dilakukan verifikasi, mereka memang menjadi korban pembobolan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Felia mengatakan saat ini pengecekan (regular checking) di setiap ATM Regional Center (ATMRC) dtingkatkan dalam sehari menjadi dua kali pengecekan.
"Biasanya hanya satu kali, saat ini ditingkatkan menjadi dua kali. regular checking dilakukan untuk memverifikasikan dan mengidentifikasikan tiap-tiap ATM di sejumlah kawasan yang disinyalir terjadi pembobolan," papar Felia.
Felia menambahkan, akibat kejadian ini BNI akan segera mempercepat implementasi kartu debet yang tadinya magnetic menjadi chip.
"Implementasi tersebut akan dipercepat seiring dengan maraknya tingkat kejahatan pembobolan
rekening melalui ATM," jelasnya.
Namun jika nasabah ingin mengganti kartu debetnya dengan yang berbasis chip pada saat ini, menurut Felia hal tersebut dimungkinkan.
"Nasabah bisa langsung datang ke kantor cabang untuk mengurus konversi kartu tersebut," kata Felia.
BNI juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian serta Bank Indonesia (BI) dalam menanggulangi adanya kejadian serupa.
BNI mencatat transaksi harian menggunakan ATM masih dalam taraf normal dan tidak berkurang meski ada kejadian pembobolan.
"Biasanya transaksi harian Rp 300 - Rp 400 miliar diseluruh indonesia, dan pasca banyaknya kejadian pembobolan, BNI belum mencatat adanya kejadian penarikan besar-besaran atau rush," tandasnya.
(dru/qom)











































