Hal tersebut disampaikan Aninda Mitra, analis sovereign Moody's untuk Indonesia dalam siaran persnya, Kamis (21/1/2010).
"Momentum reformasi kemungkinan mengalami perlambatan sehubungan dengan adanya penyelidikan DPR mengenai ketepatan pemberian bailout Bank Century, yang melibatkan menteri-menteri kunci kabinet Presiden Yudhoyono yang baru saja terpilih," ujarnya.
Namun ia melihat risiko-risiko tersebut masih membutuhkan waktu sebelum terbukti dan diharapkan tidak menggelincirkan kerangka kerja kebijakan makro ekonomi, yang telah mampu bertahan dari rentetan guncangan ekstenal yang besar.
Moody's dalam analis sovereign terbaru mengenai Indonesia menyatakan prospek untuk peringkat Indonesia di 'Ba2' tetap stabil. Moody's pada 16 September 2009 menaikkan peringkat obligasi sovereign Indonesia dari 'Ba3' menjadi 'Ba2'.
Kenaikan peringkat itu merefleksikan perbaikan fundamental dan berkelanjutan untuk prospek kredit Indonesia.
"Peningkatan-peningkatan kredit yang mendasar pada negara tersebut didukung oleh tingkat pertumbuhan ekonom dan beban utang yang diprediksi akan lebih baik dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat 'Ba' di masa yang akan datang," ujar Aninda. (qom/dnl)











































