"Prosesnya kan sedang due diligence. In progress. Semester I, mudah-mudahan," kata Corporate Secretary (BBRI) Muhamad Ali yang ditemui di kantornya Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Kamis (21/1/2010).
Proses due diligence ditargetkan akan tuntas pada akhir bulan Januari. Sayangnya Ali enggan menyebut siapa kandidat bank yang sedang diincarnya. "Yang jelas bukan Bank Syariah, Bank Konvensional. Siapa, yang jelas yang bersinergi dengan fokus usaha kita, UKM," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perseroan memang sejak dulu fokus di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM). Porsinya cukup besar, mencapai 80%. Sisanya di fokuskan kepada sektor lain, seperti konsumer, dan lainnya.
Ditambahkan Ali, dalam proses akuisisi ini, BBRI menginginkan menjadi pemilik mayoritas. "Kita kalau akuisisi pasti akan mayoritas, 50 lebih sedikit atau 51% juga sudah," tambahnya.
Dana yang disiapkan bersumber dari internal, dengan menggunakan kas perseroan. Sebelumnya, Direktur Utama BBRI Sofyan Basir mengatakan telah menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk aksi korporasi tersebut. Manajemen akan meminta persetujuan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada bulan Mei 2010.
(wep/dro)











































