Tak Ada Rush Transaksi via ATM

Tak Ada Rush Transaksi via ATM

- detikFinance
Jumat, 22 Jan 2010 11:14 WIB
Jakarta - PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) salah satu penyedia jasa jaringan ATM Bersama mencatat transaksi harian secara nasional masih normal.

Dengan kata lain tidak ada penurunan transaksi ataupun rush (penarikan besar-besaran) melalui ATM Bersama setelah maraknya pemberitaan mengenai pembobolan rekening nasabah melalui ATM.

Demikian dikatakan oleh Vice President Electronic Channel, Zul Irfan ketika ditemui wartawan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (22/01/2010).Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasca banyaknya laporan mengenai pembobolan rekening melalu ATM beberapa hari ini, kita melihat transaksi harian masih dalam taraf normal," tutur Zul Irfan.

Ia menjelaskan rata-rata transaksi per hari dalam jaringan ATM bersama mencapai 250.000-300.000 transaksi.
"Dan saat ini tidak ada perubahan signifikan," tegasnya.

Saat ini, lanjut Zul Irfan, anggota ATM Bersama terdiri dari 74 bank dan 20.000 terminal ATM. Artajasa memastikan tidak ada kerusakan dari sistem dan jaringan.

"Kita bisa memastikan tidak ada masalah yang terjadi didalam jaringan dan sistem dimana menjadi tanggung jawab Artajasa," ungkapnya.

Ia menegaskan kasus pembobolan yang terjadi beberapa hari ini menjadi tanggung jawab bank pemilik mesin.

"Karena proses skimming terjadi pada mesin ATM, bukan pada jaringan," tuturnya.

Namun ia memastikan, mesin ATM Bersama sendiri yang dimiliki oleh Artajasa sudah dilengkapi dengan pengaman anti skimmer.

"Kita mempunyai 38 unit mesin ATM yang pure atas nama ATM Bersama yang tersebar di Jakarta. Seluruh mesin tersebut sudah dilengkapi oleh anti skimmer," tandasnya.

Sejumlah bank kemarin memang telah mempublikasikan kerugian yang diderita nasabah akibat aksi pembobolan yang diduga dilakukan sindikat internasional. Diantaranya adalah:

  • BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar
  • BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta
  • BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta
Β 

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads