BI Ingin Jadi Regulator Sistemik

BI Ingin Jadi Regulator Sistemik

- detikFinance
Jumat, 22 Jan 2010 21:50 WIB
BI Ingin Jadi Regulator Sistemik
Jakarta - Bank Indonesia menilai setelah terjadinya krisis global, kehadiran sebuah regulator sistemik semakin menguat. Regulator sistemik ini nantinya bisa mengawasi kesehatan dan stabilitas seluruh sistem keuangan.

Demikian disampaikan Pjs Gubernur BI Darmin Nasution dalam Pertemuan Tahunan Perbankan 2010 (Banker's Dinner) di Gedung BI, Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Darmin menjelaskan, peran regulator sistemik ini nantinya akan mencakup:
  • Pengumpulan, analisis dan pelaporan informasi terkait interaksi signifikan di pasar dan risiko yang ada di antara lembaga keuangan
  • Meneliti apakah ada lembaga keuangan yang menyebabkan sistem keuangan terekspos risiko sistemik
  • Merancang dan mengimplementasikan aturan
  • Melakukan koordinasi dengan lembaga regulator lainnya, termasuk otoritas fiskal dalam mengelola krisis-krisis sistemik yang mungkin timbul.
Darmin mengemukakan, setidaknya ada 3 alasan mengapa BI dapat berperan sebagai regulator sistemik.

Pertama, bank sentral memiliki hubungan hubungan jual-beli sehari-hari dengan pelaku pasar sebagai bagian dari fungsi utamanya mengimplementasikan kebijakan moneter, sehingga tidak ada lembaga lain yang memiliki pengetahuan dan akses sejenis ke aliran utama sistem keuangan.

Kedua, tanggung jawab untuk mempertahankan stabilitas ekonomi makro sangat sejalan dengan peran untuk menjamin stabilitas sistem keuangan.

"Sejarah menunjukkan, berbagai krisis ekonomi di dunia selalu berhubungan dengan krisis keuangan, sehingga bank sentral secara alami memang harus mempertimbangkan interaksi antara sektor keuangan dan kebijakan moneter dalam melaksanakan tugasnya," jelas Darmin.

Ketiga, fungsi lender of last resort memang ada di bank sentral. Dengan fungsi itu, tegas Darmin, bank sentral dapat menggunakan neracanya untuk menyediakan pendanaan darurat jangka pendek di masa krisis.

"Sebagai regulator sistemik, bank sentral akan mampu memperoleh informasi lapangan langsung dari lembaga-lembaga keuangan yang diawasi. Informasi ini dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat apakah suatu lembaga keuangan perlu diselamatkan," urainya.

Darmin juga meminta para pelaku perbankan untuk mulai mengalihkan strategi bisnisnya dari bertahan menghadi krisis menjadi bersiap memanfaatkan peluang dari pemulihan ekonomi global.

"Saya yakin pelajaran besar dari krisis global saat ini tentu membuat kita semua lebih solid lagi melangkah ke depan," imbuhnya. (qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads